Jakarta, 25 Nopember 2013 Kemarin Kelurahan Jati mengadakan Pembinaan Kesehatan
Masyarakat kepada para Kader PKK, Kader Posyandu, dan Jumantik di lingkungan
Kelurahan Jati.
Kegiatan Pembinaan Kesehatan Masyarakat, menghadiri 2 (dua) orang narasumber yaitu :
- Ibu Wahyuni
- Bapak Iman Alfa
Kedua narasumber tersebut dari Yayasan Kanker Indonesia dan akan menjelaskan tentang Bahaya Kanker.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih jauh mengenai kanker, informasi
bantuan dan perawatan penderita kanker atau ingin berpartisipasi dalam
program-program YKI dalam bentuk apapun, hubungi kami di:
YKI Sam Ratulangi
Telp: (021) 315 2603 eks.111.
Fax: (021) 310 8170
E-mail: ykipusat@gmail.com
YKI Lebak Bulus
Telp: 021 750 7447 atau 021 7690704
Materi Pembahasan :
Apakah kanker itu?
Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel
jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya,
sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat
menyebabkan kematian.
Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak
semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal
atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan
tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas
Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada
semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40
tahun.
Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya,
penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada
keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.
Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, yaitu:
- Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
- Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
- Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
- Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).
- Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan gatal.
- Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
- Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh.
Faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker
Bahan Kimia
Zat-zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan berbagai jenis
kanker pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak
sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama.
Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon
dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita
kanker.
Penyinaran yang berlebihan
Sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker
kulit. Sinar radio aktif, sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi
dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia.
Virus
Beberapa jenis virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal
menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau
virus onkogenik.
Hormon
Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah
mengatur kegiatan alat-alat tubuh dari selaput tertentu. Pada beberapa
penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan
dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti
payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria).
Makanan
Zat atau bahan kimia yang terdapat pada makanan tertentu dapat
menyebabkan timbulnya kanker misalnya makanan yang lama tersimpan dan
berjamur dapat tercemar oleh aflatoxin. Aflatoxin adalah zat yang
dihasilkan jamur Aspergillus Flavus yang dapat meningkatkan resiko
terkena kanker hati.
Jenis-jenis kanker
- Kanker leher rahim (kanker serviks)
- Kanker payudara
- Penyakit Trofoblas ganas
- Kanker kulit
- Kanker nasofaring
- Kanker paru
- Kanker hati
- Kanker kelenjar getah bening (Limfoma Malignum)
- Kanker usus besar
- Kanker darah (Leukemia)
Pencegahan
Sebagian besar jenis kanker dapat dicegah dengan kebiasaan hidup
sehat sejak usia muda dan menghindari faktor-faktor penyebab kanker.
Meskipun penyebab kanker secara pasti belum diketahui, setiap orang
dapat melakukan upaya pencegahan dengan cara hidup sehat dan menghindari
penyebab kanker:
- Mengenai makanan:
- Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan
- Lebih banyak makan makanan berserat.
- Lebih banyak makan sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan, beberapa kali sehari
- Lebih banyak makan makanan segar
- Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama
- Membatasi minuman alkohol
- Hindari diri dari penyakit akibat hubungan seksual
- Hindari kebiasaan merokok. Bagi perokok: berhenti merokok.
- Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stress
- Periksakan kesehatan secara berkala dan teratur.
Pemeriksaan dan Pengobatan Kanker
Bagi yang ada kecurigaan, maka pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah:
- Pemeriksaan sitologi dan patologi anatomi
- Tes-tes pertanda kanker dalam darah
- Rontgen
- Mamografi (rontgen khusus untuk payudara)
- Ultrasonografi / USG (memotret alat tubuh bagian dalam)
- Endoskopi (peneropongan alat tubuh bagian dalam)
- Kolposkopi (peneropongan leher rahim)
- Laparoskopi (peneropongan rongga perut)
- Pemotretan lapisan-lapisan tubuh dengan alat CT Scan, MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Pengobatan kanker terdiri dari salah satu atau kombinasi dari beberapa prosedur berikut:
- Pembedahan (operasi)
- Penyinaran (Radio-terapi)
- Pemakaian obat-obat pembunuh sel kanker (sitostatika/kemoterapi)
- Peningkatan daya tahan tubuh (imunoterapi)
- Pengobatan dengan hormon
- Transplantasi organ.
- Stem Cell
Hasil pengobatan terutama tergantung pada stadium atau tingkatan kanker.
Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.
Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker
ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang
membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear.
Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher
rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50%
atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.



Gejala
Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut, gejala kanker serviks,
antara lain: perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan
sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal
(kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah.
Faktor Resiko
Faktor Alamiah
Faktor alamiah adalah faktor-faktor yang secara alami terjadi pada
seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk mencegahnya. Yang termasuk
dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah usia diatas 40
tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena
kanker serviks.Tetapi hal ini tidak hanya sekedar orang yg sudah berumur
saja,yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks. Tentu kita
tidak bisa mencegah terjadinya proses penuaan. Akan tetapi kita bisa
melakukan upaya-upaya lainnya untuk mencegah meningkatnya risiko kanker
serviks. Tidak seperti kanker pada umumnya, faktor genetik tidak terlalu
berperan dalam terjadinya kanker serviks. Ini tidak berarti Anda yang
memiliki keluarga bebas kanker serviks dapat merasa aman dari ancaman
kanker serviks. Anda dianjurkan tetap melindungi diri Anda terhadap
kanker serviks.
Faktor Kebersihan
- Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati. Ada 2 macam
keputihan, yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal
bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah
satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan
tersebut dikatakan tidak normal. Segeralah berkonsultasi dengan dokter
Anda bila Anda mengalami keputihan yang tidak normal.
- Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS merupakan penyakit-penyakit yang
ditularkan melalui hubungan seksual. PMS yang cukup sering dijumpai
antara lain sifilis, gonore, herpes simpleks, HIV-AIDS, kutil kelamin,
dan virus HPV.
- Pemakaian pembalut yang mengandung bahan dioksin. Dioksin merupakan
bahan pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang
dari barang bekas, misalnya krayon, kardus, dan lain-lain.
- Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih, misalnya di
toilet-toilet umum yang tidak terawat. Air yang tidak bersih banyak
dihuni oleh kuman-kuman.
Pengobatan
Standar pengobatan kanker serviks
meliputi terapi: operasi pengangkatan, radioterapi, dan
kemoterapi.Pengobatan kanker serviks tahap pra kanker - stadium 1A
adalah dengan: histerektomi (operasi pengangkatan rahim). Bila pasien
masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi
pilihan. Pengobatan kanker serviks stadium IB dan IIA tergantung ukuran
tumornya. Bila ukuran tumor tidak melebih 4cm, disarankan radikal
histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa kemo. Bila ukuran tumor
lebih dari 4cm, pasien disarankan menjalani radioterapi dan kemoterapi
berbasis cisplatin, histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin
dilanjutkan dengan histerektomi.Selain pengobatan medis, pasien juga
dapat melakukan terapi komplementer dengan herbal kanker.
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara.Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.
Foto Kegiatan :
Snack Buat Para Peserta
Para Peserta mengisi daftar hadir
Sambutan Sekretaris Kelurahan Jati
Presentasi dari Yayasan Kanker Indonesia (Iman Alfa)
Presentasi dari Yayasan Kanker Indonesia (Wahyuni)
Obat untuk mencegah, mengobati kanker dan tumor
Daftar Hadir Peserta